Pendidikan Tinggi Belanda Semakin Internasional

09 Dec 2009

•11 Universitas Riset masuk dalam Top 200 World University Ranking 2009 versi THES •Mahasiswa Indonesia No. 6 terbanyak di Belanda

Belanda terus berupaya memperkenalkan dan menjadikan pendidikan tinggi Belanda mudah diakses oleh mahasiswa dan peneliti internasional. Reputasi pendidikan dan risetnya telah diakui di dunia, diantara dalam daftar 200 universitas peringkat atas terbaik versi Times Higher Education Supplemen, dimana tahun 2009 menunjukkan 11 universitas riset Belanda masuk di dalamnya.

Salah satu upaya untuk untuk lebih memperkenalkan pendidikan tinggi Belanda kepada publik Indonesia, Nuffic Neso Indonesia menyelenggarakan Holland Education Fair (HEF) 2009. Kegiatan tahunan ini merupakan penyelenggaraan yang ke-10 dan akan diikuti oleh 23 universitas Belanda. HEF 2009 akan dimulai tanggal 10 November 2009 hingga 17 November 2009, di Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan Makassar.

“Nuffic Neso Indonesia bangga dengan penyelenggaraan HEF yang telah ke-10 kalinya. Kami berharap calon pelajar, peneliti dan publik umumnya dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh informasi dan berkonsultasi dengan perwakilan institusi Belanda. Kami juga berharap akan lahir kerja sama institusi yang lebih banyak antara institusi Indonesia dan Belanda.” ujar Marrik Bellen, Direktur Nuffic Neso Indonesia.

 

Jumlah Mahasiswa Indonesia Nomer 6 di Belanda

Pendidikan tinggi Belanda telah ”go international”. Dua ciri khas pendidikan tinggi Belanda adalah keberagaman suku bangsa para pelajar, program studi dan juga riset serta keterbukaan terhadap pelajar dan pengajar asing serta ilmu pengetahuan yang yang masuk ke Belanda dari dunia internasional.  

Hasil nyata dari kebijakan tersebut terlihat pada meningkatnya jumlah pelajar asing di Belanda sekitar 20% dalam tiga tahun terakhir. Data Nuffic, mengenai mobilitas pelajar internasional di Belanda tahun 2009 menunjukkan bahwa saat ini jumlah pelajar asing mencapai 76,000 untuk tahun 2008-2009. Sebagian besar mahasiswa asing masih berasal dari benua Eropa sendiri, yakni sebesar 70%. Namun, benua Asia memberikan kontribusi yang cukup besar dalam jumlah mahasiswa asing di Belanda, yakni hampir mencapai 20%.

“Jumlah pelajar Indonesia di Belanda sekitar 5% (1,450) dari total jumlah pelajar asing di Belanda. Ini merupakan angka prakiraan karena angka ini hanya mewakili jumlah pelajar yang memilih program studi yang dibiayai oleh pemerintah. Fasilitas perpanjangan visa studi selama 1 tahun untuk mencari kerja diharapkan dapat menjadi stimulus untuk pelajar melanjutkan studi di Belanda,” tambah Marrik.

Tahun 2009, lebih dari 500 pelajar Indonesia melanjutkan program studi ke Belanda baik bachelor (20%), master (65%), lainnya seperti PhD dan kursus singkat (15%). Lebih dari 60% melanjutkan studi dengan pendanaan program beasiswa seperti StuNed (261), Netherlands Fellowship Programme (NFP) (59), Huygens Scholarship Programme (HSP) (16), Erasmus Mundus (12), khusus ke Belanda), DIKTI (27) dan Depkominfo (24)

 

Nuffic Neso Indonesia

Nuffic Neso Indonesia adalah organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan didanai oleh pemerintah Belanda. Neso Indonesia adalah kantor perwakilan NUFFIC, organisasi Belanda yang menangani kerjasama internasional di bidang pendidikan tinggi. Neso Indonesia menangani berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan tinggi Belanda. Neso Indonesia menyediakan informasi mengenai lebih dari 1450 program studi berbahasa Inggris serta memberikan konsultasi secara cuma-cuma. Neso Indonesia  juga memprakarsai dan memfasilitasi kerjasama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda.  Bersama dengan kedutaan Belanda di Indonesia, Neso Indonesia menawarkan program beasiswa StuNed bagi sekitar 200 warga negara Indonesia setiap tahun.