13 Dosen Muda Matematika Berangkat ke Belanda
08 Feb 2010
Nuffic Neso Indonesia melalui program beasiswa StuNed memberikan beasiswa penuh kepada 13 dosen muda untuk mendalami pendidikan matematika realistik selama satu tahun di Freudenthal Institute, University of Utrecht. Ke-13 peserta tersebut direkrut oleh Institut Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) ITB dari sepuluh universitas yang tersebar di Indonesia. Peserta akan dilepas secara resmi hari ini (5/2) oleh Marrik Bellen, Direktur Nuffic Neso Indonesia dan Bapak Muchlas Samani, Direktur Ketenagaan Dikti di kantor DIKTI, Jakarta.
“Kami gembira dapat mengirim 13 dosen muda matematika untuk mengikuti program pascasarjana matematik realistik ke Belanda, tempat lahirnya Realistic Mathematic Education pada tahun 1970-an. Harapan kami agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan sesuai dengan kondisi di Indonesia dan mampu mendorong peningkatan pendidikan matematika di Indonesia.” demikian sambutan Bapak Marrik Bellen.
Program master Pendidikan Matematika Realistik merupakan kerjasama pertama antara Nuffic Neso Indonesia dan DIKTI yang direncanakan berlangsung sedikitnya 5 tahun. Program ini bertujuan untuk mendukung program implementasi dan diseminasi PMRI di Indonesia. melalui pemberian beasiswa kepada para dosen pendidikan matematika di lembaga pendidikan keguruan untuk mempelajari PMR atau Realistic Mathematic Education (RME) di Belanda.
“PMRI yang telah tersebar di 18 propinsi terbukti dapat membuat anak senang matematika dan pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran matematika di sekolah. Lebih jauh, program ini diharapkan dapat meningkatkan mutu program studi pendidikan matematika di UNESA dan UNSRI karena bekerja sama dengan Universitas Utrecht, salah satu universitas terbaik di Belanda dan jajaran 50 besar dunia. Peserta program master ini diharapkan dapat berkiprah di LPTK atau di PGSD di seluruh Indonesia.” kata Bapak Muchlas Samani, Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia, Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Selama 8 bulan terakhir ini para peserta yang terdiri dari 10 dosen perempuan dan tiga dosen pria, mendalami bahasa Inggris dan mata kuliah dasar pada Program Magister Pendidikan Matematika di Universitas Sriwijaya Palembang (6 orang) dan Universitas Negeri Surabaya (7 orang), dengan pendanaan dari DIKTI.