Penerima beasiswa OKP berangkat ke Belanda

Publication date: 2018-07-04 04:33

Kementrian Luar Negeri Belanda melalui Orange Knowledge Programme (OKP) berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan program peningkatan kapasitas berupa beasiswa, training dan kerjasama institusi.


Orange Knowledge Programme (OKP)

OKP merupakan program lima tahun (2017 – 2022) dari Kementrian Luar Negeri Belanda. Program ini bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Indonesia. Guna mencapai tujuan ini, upaya peningkatan kapasitas organisasi dan individu menjadi hal utama bagi OKP. Dana OKP akan disalurkan untuk tiga modalitas yaitu beasiswa, training dan kerjasama institusi. Prioritas tema bagi Indonesia untuk program OKP adalah penegakan hukum dan keamanan (Security and Rule of Law), Air (Water) dan Ketahanan Pangan (Food Security). Penentuan tema ini didasarkan pada prioritas kerjasama bilateral antara Indonesia – Belanda dan serangkaian kegiatan konsultasi dengan pemangku kepentingan yang ada di Indonesia. 

Penerima Beasiswa

Tahun ini OKP membuka kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk melanjutkan program studi Master (S2) dan melakukan training singkat di Belanda. Hingga batas akhir pendaftaran beasiswa, NUFFIC menerima 428 pendaftar dari Indonesia. Sebanyak 34 orang kemudian dinyatakan memenuhi kualifikasi dan berhak mengikuti program studi Master dan training di Belanda. 21 penerima beasiswa akan melakukan studi lanjutan S2 sementara 13 penerima beasiswa akan mengikuti program pelatihan (training). Secara spesifik, para penerima beasiswa datang dari berbagai macam latar belakang seperti pemerintahan, universitas, lembaga penelitian, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga private sector. Sesuai dengan prioritas tema OKP, para penerima beasiswa akan belajar mengenai topik penegakan hukum dan HAM (6 orang), ketahanan pangan (18 orang) dan air (10 orang). Tiga universitas di Belanda yang paling banyak menjadi tujuan para penerima beasiswa adalah Wageningen University (10 orang), IHE Delft (4 orang) dan International Institute of Social Studies (ISS). 

Diperbaharuai terakhir 2018-07-04 04:33